iLearn

Karena Hidup…

Karena hidup tidak akan pernah bisa bebas sebebas-bebasnya. Tetap akan ada norma dan aturan yang harus diikuti.

Advertisements
iLearn

Ketika Tidak Selalu Mengiyakan

Semalam, dia mengatakan “I will always support you but remember support not always say yes to every your decision.”

Saya diam.

Dia kemudian melanjutkan, “Ya…kadang harus menjadi gas tapi terkadang harus menjadi rem kamu. Proporsional.”

Menarik ya konsepnya. 

Padahal bukankah dukungan itu artinya selalu mengiyakan apapun keputusan yang kita ambil? Hmmm…kemudian saya jadi teringat beberapa kejadian saat keponakan-keponakan saya ingin mencoba sesuatu seperti memanah. Saya mendukung mereka untuk mengeksplorasi hal tersebut tapi harus dipastikan keamanannya. Apakah memang dukungan bermakna demikian?

Dukungan saya ke Raihan dalam memanah adalah menyediakan guru dan perlengkapan yang memadai agar keamanan dalam berlatih tetap terjaga

Mendukung dengan proporsional. Bisa menjadi rem, bisa menjadi gas.
Kalau bentuk dukunganmu ke orang-orang terdekat selama ini seperti apa?

Deva

iLearn, Uncategorized

Just Listen

Pernahkah kamu memperhatikan percakapan dua orang yang saling mencurahkan perasaan dan keadaannya. Alih-alih mendengarkan, terkadang si lawan bicara justru juga menumpahkan kondisi yang sedang dialaminya. Bahkan tidak jarang, justru berujung kepada judgment lawan bicara.

Di tempat saya bekerja pernah ada kondisi seperti di atas, sampai seorang teman kerja menyeletuk, “Kok jadi kamu ikutan curhat? Kan aku yang lagi sedih!”

Atau, “Kok jadi nge-judge? Aku kan cuma mau cerita.”

***

Fitrah setiap manusia untuk selalu diperhatikan, dijadikan prioritas – meskipun mungkin lawan bicara juga tidak sedang dalam kondisi yang baik. Jadi teringat Guru pernah berkata, “Curhat kok sama manusia? Padahal apalah fungsi curhat ke seseorang yang sebenarnya juga tidak tahu solusi hidupnya seperti apa.”

Atau mungkin jika memang kita tidak bisa memberikan solusi apapun terhadap teman yang sedang bercerita, mendengarkan saja sudah lebih dari cukup, tanpa diiringi dengan tuduhan, penilaian, dan asumsi yang memojokkan lawan bicara.

Girl listening with her hand on an ear
Source: here

***

“So what is the best way of listening? One that can generate positive feelings on both side and create a mutually agreeable and satisfactory form of communication. To do this we have to listen with our heart and mind open, free of our internal voice of judgment and criticism as well as the mental noise that form a constant backdrop to our inner world. This way we can truly empathize with the other person and find ourselves not judging and jumping to conclusion or correction their problems and providing unnecessary solutions, but really understanding what the other person is saying and why from the person’s point of view. Not ours.” – A Simple Life; 122.

***

Kalau kamu, kapan kali terakhir benar-benar mendengarkan seseorang? Tentu saja, mendengarkan tanpa sibuk melihat ke gadget masing-masing.

Deva