Hidup tuh gitu ya, ups and down.
Di waktu yang gak bisa kita tebak, prediksi dan asumsikan.
Tiba-tiba, langsung saja terjadi.
Seperti kemarin, mendengar kabar yang tidak menyenangkan.
Merasa bahwa: berat untuk dijalani.
Kemudian setelah tenang, mencoba melanjutkan kegiatan seperti biasanya. Lalu terucaplah: “Ya, kalo aku sih mikirnya legacy apa yang ingin kita tinggalkan di dunia ini, bagi orang-orang yang akan nerusin langkah kita ini” – ucap seorang partner kerja, yang memang sedang dalam ranah diskusi pekerjaan.
I mean – saya lagi gak minta dinasihati, memang benar-benar fokus kerja, lalu tetiba ada kata-kata itu yang pas sekali dengan kesedihan sebelumnya.
Saya langsung mikir: “Apa ini cara Allah ngasih tau saya sesuatu ya? Membuat saya sadar bahwa kita ndak bisa hanya berfokus ke satu puzzle, ke goal yang dekat. Tapi perlu sering-sering mengingatkan diri kepada goal yang lebih jauh dan utama.
Kalau kamu pernah ndak merasa Allah bicara dengan cara yang unik?
L
Tag: random thoughts
Dua Bulan
Jakarta
2 Mei 2020, 21.48 WIB
Saking sudah lamanya tidak menulis blog dari laptop, saya sampai lupa password blog ini. Benar bahwa beberapa waktu lalu, pernah mempublish tulisan random di sini tapi itu menggunakan ponsel. Ntah kenapa – mungkin rindu – menulis di laptop untuk blog ranselijo ini.
Tanpa bermaksud mengeluh, namun masyaa Allah ya waktu berjalan relatif cukup cepat buat saya. Dua bulan saja sudah merasakan bekerja dari rumah.
Rasanya mau mengeluh juga tidak pantas. Kenapa? Ya karena memang alhamdulillah masih ada yang bisa dikerjakan dari rumah, masih ada income yang masuk, ada anggota keluarga tersayang di rumah, ada atap untuk berlindung, mampu membeli pulsa agar selalu terkoneksi dengan dunia luar, dsb. Bukankah banyak sekali nikmat yang harus disyukuri, meski memang saat ini hidup tidak semudah biasanya saja.
Saya meyakini firman Allah, semakin banyak kita mampu bersyukur maka nikmat akan Allah tambah lagi. Aamiin!
Jadi dua bulan bagaimana rasanya?
Sebagai orang yang biasa jarang menghabiskan waktu berlama-lama di rumah, saya amazed dengan diri sendiri. Alhamdulillah tidak merasakan kebosanan – yang saya pikir, sebagai orang extrovert, saya akan menderita banget karena tidak bisa bertemu orang-orang di luar.
Mungkin salah satu penyebabnya karena baru pindah rumah?
Atau karena ya memang mencoba nrimo dengan kondisi yang saat ini terjadi.
Ada sebuah pesan dari Aa Gym yang saya ingat bahwa di kondisi – yang saat ini mengharuskan diri untuk ada di rumah maka ada kemungkinan terjadi gesekan-gesekan antar keluarga, cara agar mampu menghindari hal tersebut:
- Hayyin – tenang.
- Layyin – sopan, santun, penyayang, dan lemah lembut.
- Qarib – akrab, hangat dan menyenangkan.
- Sahl – memudahkan urusan.
Penjelasan lengkapnya bisa dilihat di bawah ini:
Tidak mudah untuk berkarakter seperti itu, namun rasanya bisa dicoba pelan-pelan. Semoga Allah berikan keistiqomahan bagi siapapun yang mencoba hal baik tersebut. Aamiin…
Selama dua bulan ini, pekerjaan memang ada beberapa yang di-switching, membantu unit bisnis lainnya yang bisa dibilang jadi ujung tombak kantor saat ini. Karena jelas bahwa sebagai orang yang bekerja di travel agent maka belum bisa membuat rencana perjalanan tapi masih ada 1 program yang pekan lalu saya coba buat dan alhamdulillah diterima dengan baik. Yaitu IG Live “Ngabuburit Around the World bersama Wisata Hikmah”. Jadi, itu adalah sebuah program di IG Live-nya WH untuk sharing santai keadaan di berbagai negara saat ini. Percobaan pertama adalah interview tour guide kami di Maroco dan insyaa Allah besok akan interview teman baik di Madinah. Doakan ya agar lancar dan menarik. 😀
Selain itu, sebenarnya saya pengen banget menulis pengalaman perjalanan saya di Februari lalu ke Uzbekistan selama 8 hari 6 malam. Sudah ada draftnya tapi ntah kenapa ya kok ya maju mundur untuk posting.
Pernah gak sih kalian ngerasain kayak gini? Apa karena over thingking ya?
Terus juga masih pengen nyoba inget-inget lagi perjalanan keliling Banda Aceh sampai Sabang yang dilakuin akhir tahun 2019 lalu. Doh!
Nama blog boleh ranselijo, kesannya traveling banget tapi kok ya tulisan tentang traveling jarang banget ya. Maapin, yak! 😀
Cerita apalagi ya?
Hmm..oh iya selama 1 bulan terakhir, Mbak di rumah ndak datang lagi untuk sementara – sampai epidemi ini berakhir sehingga skill saya melakukan domestic work bisa dibilang meningkat nih haha! Dari mencuci piring, ngepel, nyapu, organize barang-barang di rumah, mayan deh. Jadi challenge tersendiri jika ingin bangun agak siang dipastikan akan sulit. Apalagi kalau ada online meeting jam 8 pagi, ditambah bantu nemenin ponakan belajar. Hahaha…seru banget atur waktunya.
Terus gimana dengan bulan Ramadhan?
Dengan atau tanpa adanya epidemi ini, sebagai umat muslim, ya harus menjalani Ramadhan semaksimal mungkin. Bahkan harus harus harus lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Benar bahwa ndak bisa tarawih di masjid, tapi ya gpp juga. Kan bisa tarawih di rumah, baik berjamaah maupun sendiri. Saya sempat terharu banget saat tarawih hari kedua, abang saya (qadarullah lagi silaturahim ke rumah) jadi imam tarawih. Wah…gak inget deh kapan terakhir hal ini terjadi. Ditambah lagi saat baca doa, abang saya berasa lagi mimpi muhasabah di rumah. Jadi, rasanya haru.
Saya pernah baca tulisan seorang teman yang dulunya dia LDM dengan suaminya, namun alhamdulillah sudah ndak LDM karena ada kebijakan kantornya gitu, pas banget dengan musim epidemi yang melarang untuk keluar rumah kan. Nah, tulisannya itu berisikan rasa syukur bahwa meski benar epidemi ini challenging tapi ada sisi positifnya yaitu jadi ada quality time yang meningkat antar anggota keluarga. Sedikit banyak hal tersebut, saya rasakan juga. Maka, masyaa Allah benar bahwa tiada satu peristiwa pun yang terjadi di muka bumi ini tanpa ada hikmah di dalamnya. Dan pasti ada kebaikannya, sekecil apapun. Allah Maha Tahu, kita – hambanya – belum tahu hal tersebut.
Semoga siapapun umat muslim yang saat ini sedang menjalani Ramadhan, sendiri, berdua, bertiga, dekat atau berjauhan dengan keluarga – semoga selalu Allah jaga dan diberikan kondisi terbaik. Aamiin!
Hmm mau nulis apalagi ya kali ini?
Oh ya, bagi teman-teman yang ke ranselijo.com untuk mendapatkan berita atau informasi mengenai traveling harap bersabar ya karena mungkin beberapa waktu ke depan, saya akan nulis hal-hal random demi menyalurkan isi pikiran yang over ini hehehe…
Kalau ada ide atau cerita-cerita yang bisa dibagi, share yuk di kolom komentar.
Kita hidupkan blog lagi pelan-pelan 😀
See you!
Random
Gimana kabar kalian di masa pandemi ini?
Semoga baik, aman dan nyaman ya.
—
Saya sedang duduk di teras rumah sambil sesekali membalas chat seorang Sahabat. Kami berkontempelasi dengan kondisi saat ini yang bagi banyak orang, termasuk saya (kadang), tidak mudah. Dunia saya pun terganggu. Yup, travel agent jelas merasakan dampak dari Covid-19 ini tapi setiap saya takut membayangkan masa depan, saya teringat pesan mentor saya bahwa Allah ingin kita menjadi hamba bertaqwa, apapun kondisinya dan jadikan sabar dan syukur sebagai sebaik-baik jalan.
Sehingga, jika kita bicara pekerjaan, fase ini bisa kami jadikan sebagai fase mengisi amunisi sebelum mulai melangkah lagi, saat semua back to normal. Semoga.
—
Fase ini tidak mudah.
Bayangkan saja jika berita ditayangkan, isinya mengenai tingkat kriminal yang naik, phk di beberapa tempat, start up yang sedang mencari pembeli baru usaha mereka, dan belum lagi ada saja masyarakat yang menolak menerima jenazah penderita Covid-19.
Dalam hati sering berkata: suatu saat, akan selesai fase ini. Insyaa Allah, dengan ijin Allah pastinya.
“Perbanyak syukur, Dev” – ucap saya dalam hati.
Bukankah masih banyak di luar sana yang melewati fase ini dengan perbekalan yang minim dan sungguh belum terbayangkan di depan akan seperti apa.
—
Iya ini serandom-randomnya pikiran.
Semoga setelah fase ini berakhir, kita bisa jadi lebih memahami hidup dengan sebaik-baik pemahaman.
Ladeva