Uncategorized

Keberkahan

Masya Allah ya Allah selalu punya cara untuk bicara dengan kita tentang hal-hal yang selama ini kita bingungkan, atau kita gundah-gulana-kan.

Jadi ceritanya begini:

Belakangan ini, aku selalu mempertanyakan hasil keputusan yang ingin ku ambil.

Bagaimana jika ini, jika itu, jika gagal, jika bla bla dan bla…

Tapi pagi ini masya Allah, Allah takdirkan saya bertemu dengan seorang karyawan perempuan, yang ‘secara tidak sengaja’ menyeberang bersama dengan saya.

Beliau lebih dulu tersenyum ke saya dan akhirnya sepanjang jalan menuju tempat kantor (ternyata kantor kami berjarak 1 blok) kami mengobrol. Beliau lebih banyak yang bertanya tentang tempat kerja saya yang mungkin bagi sebagian orang tidak biasa, karena berupa yayasan Islam namun kok bekerja layaknya karyawan pada umumnya.

Singkat cerita, beliau ternyata ingin hijrah dan butuh komunitas yang support niatnya.

Saya merasa: masya Allah ya, banyak sekali orang yang ingin punya komunitas yang baik, lantas mengapa kami yang di dalam ini tidak bersyukur?

Itu yang pertama.

Cerita kedua adalah saat saya harus menyampaikan kepada salah satu anggota tim tentang kemungkinan mutasi amanahnya. Saya kira akan berlangsung dramatis, tapi ternyata masya Allah, Allah gerakkan hatinya untuk memberikan banyak hikmah ke saya.

Betapa bersyukurnya ia bisa ada di Yayasan ini dan keberkahan rejekinya yang belum pernah ia temui selama ini.

Berkah, bukan hanya tentang jumlah, namun ‘content’ dari rejeki itu sendiri.

Justru di diskusi kami tadi, saya yang banyak belajar dari sosoknya.

***

Kadang memang kita perlu mendudukkan hati agar dapat melihat segala sesuatu dengan lebih jernih.

Dan niat memang harus secara intens diluruskan, kembali lagi kepada ‘kejar berkahNya Allah, kejar ridhoNya Allah’.

Bismillah

Ladeva

Advertisements
Uncategorized

Happy Bday Ranselijo!

Gak ngeh bahwa blog ini berulang tahun ke-4, sampai akhirnya cek tagihan kartu kredit. HAHAHAHA…

Di sana ditulis bahwa ada tagihan tahunan untuk blog ini.

Antara happy dengan sedih.

Happy bahwa sudah 4 tahun blog ini bernyawa namun sedih karena jarang di-update. So sorry about that.

So yeah, hi everyone!

Insya Allah sekali waktu akan keep update di sini.

Nulis ini juga lagi ada di mobil untuk survey sebuah kegiatan. See ya!

Ranselijo

Uncategorized

Dalamnya Hati…

Sesungguhnya dalamnya lautan tidak ada yg mengetahui. Pun demikian dengan dalamnya hati seseorang. Dia diam bukan karena tidak merasa. Dia diam bukan karena tidak memerhatikan.

Tapi justru hatinya sedang sibuk memilah rasa dan prioritas.

Mana yang patut diucapkan, mana yang tidak. Mana yang perlu disampaikan di umum, mana yang perlu disampaikan pribadi ke yang bersangkutan.

Seperti kapal, berjalan pelan bahkan hampir tidak terlihat berjalan tapi insya Allah akan tiba di dermaga, kan?

Ladeva

iLearn, iTravel, Uncategorized

Perjalanan Menjadi Lebih Mudah dengan Tiket2.com

Jadi ya, salah satu kerjaan saya di kantor adalah membuat konsep rencana perjalanan untuk dijual ke customer. Karena ini adalah hal baru di kantor, sehingga hal-hal teknis masih harus diurus secara manual.

Well oh well…ternyata mengurus perjalanan untuk diri sendiri jauh berbeda ya jika kita mengurus untuk customer karena pasti ada tingkat kepuasan customer yang harus banget kita utamakan. Tantangan pasti ada. Dari harga tiket yang fluktuatif, harga group booking yang harus segera di-deal-kan, dsb.

Di saat kemarin saya mau ke Lombok, harga ampun-ampunan deh naik drastis banget dari hari ke hari. Cek sana cek sini, ternyata Alhamdulillah nemu harga tiket pesawat promo di tiket2.com. Lumayan beda Rp 100-150ribu dengan provider tiket yang lain.🙂

Apalagi keuntungan memilih tiket2.com?

tiket
Setuju?

Oiya, doakan ya perjalanan saya ke Lombok berjalan lancar. Lumayan juga ini pengalaman perdana membawa rombongan berskala besar. Oh ya, bagi kalian yang ingin mencari tiket pesawat murah, mampir ke Tiket2.com aja ya!

Jujur aja sih, saya masih belum menyangka bahwa passion dan kerjaan bisa berjalan beriringan.😀

Semangat Rabu, Sahabat!

Deva

iLearn, Uncategorized

Just Listen

Pernahkah kamu memperhatikan percakapan dua orang yang saling mencurahkan perasaan dan keadaannya. Alih-alih mendengarkan, terkadang si lawan bicara justru juga menumpahkan kondisi yang sedang dialaminya. Bahkan tidak jarang, justru berujung kepada judgment lawan bicara.

Di tempat saya bekerja pernah ada kondisi seperti di atas, sampai seorang teman kerja menyeletuk, “Kok jadi kamu ikutan curhat? Kan aku yang lagi sedih!”

Atau, “Kok jadi nge-judge? Aku kan cuma mau cerita.”

***

Fitrah setiap manusia untuk selalu diperhatikan, dijadikan prioritas – meskipun mungkin lawan bicara juga tidak sedang dalam kondisi yang baik. Jadi teringat Guru pernah berkata, “Curhat kok sama manusia? Padahal apalah fungsi curhat ke seseorang yang sebenarnya juga tidak tahu solusi hidupnya seperti apa.”

Atau mungkin jika memang kita tidak bisa memberikan solusi apapun terhadap teman yang sedang bercerita, mendengarkan saja sudah lebih dari cukup, tanpa diiringi dengan tuduhan, penilaian, dan asumsi yang memojokkan lawan bicara.

Girl listening with her hand on an ear
Source: here

***

“So what is the best way of listening? One that can generate positive feelings on both side and create a mutually agreeable and satisfactory form of communication. To do this we have to listen with our heart and mind open, free of our internal voice of judgment and criticism as well as the mental noise that form a constant backdrop to our inner world. This way we can truly empathize with the other person and find ourselves not judging and jumping to conclusion or correction their problems and providing unnecessary solutions, but really understanding what the other person is saying and why from the person’s point of view. Not ours.” – A Simple Life; 122.

***

Kalau kamu, kapan kali terakhir benar-benar mendengarkan seseorang? Tentu saja, mendengarkan tanpa sibuk melihat ke gadget masing-masing.

Deva