Kita Tuh Cuma Sebentar…

Di dunia.

Yang lama dan abadi ya di akhirat nanti.

Deg!

Saat Sahabat saya berkata seperti ini via telepon – saya merasa takut.

Iya, takut.

Karena punya apa saya untuk berbekal ke akhirat nanti?

“Pas aku kena Covid ya Dev, itu sih yang selalu berasa di hati. Aku takut saat aku wafat nanti, gak punya bekal euy,” kata Sahabatku.

Alhamdulillah saat ini dia sudah sembuh, pun demikian dengan keluarganya.

Pembicaraan via telepon tadi membuat saya mengevaluasi diri dan dia pun melanjutkan, “Tapi ya gpp kita selalu berusaha aja untuk jadi orang baik. Istiqomah untuk selalu ada di jalanNya itu sulit tapi paling ndak kita bisa mau selalu berusaha.”

Saya pun mengangguk, membenarkan.

***

Belakangan ini saya resah memikirkan cepatnya hidup ini berjalan, meskipun saat pandemi. Coba dibuka segala kanal media sosial. Semua content creator berlomba untuk memunculkan kreativitas mereka di level yang bagi saya, susah banget untuk diikuti. Akhirnya introspeksi diri, “Wah harus upgrade diri!”

Sehingga pembicaraan Sahabat saya tadi benar-benar membuat saya tersadarkan bahwa: hidup ndak bisa dibiarkan mengalir begitu saja. Sayang dengan waktu yang sangat mahal ini!

Benar bahwa sesekali istirahat dan menepi sangat tidak apa-apa. Tapi rasanya buat saya pribadi, saya sudah terlalu lama menepi.

Saat menulis ini, saya teringat dengan sebuah video di Tiktok yang semalam saya lihat (btw ya saking udah lamanya ndak rajin nulis di sini jadi ndak sadar kalau video Tiktok ndak bisa diupload di sini ya :’) ) – di video itu si content creator bilang klo kita sampai saat ini belum pernah kena Covid berarti Tuhan tuh sayang banget sama kita. Harus bersyukur.

Saya setuju.

Bahkan saya pun setuju jika ada yang bilang siapapun yang sedang kena Covid artinya ya Tuhan sayang dengannya. Karena bukankah saat sakit, dosa-dosa kita digugurkan dan diangkat derajatnya, selama kita sabar? πŸ™‚

Again, it’s all about perspective.

Life is really short! Semoga semua peristiwa di sekitar kita bisa terus mengingatkan untuk berbekal ke dunia yang lebih kekal yaitu akhirat. Apapun jalan yang sedang kita lalui saat ini.

Ladeva

2 thoughts on “Kita Tuh Cuma Sebentar…

  1. Halo, kebetulan banget akupun lagi merasa kebanyakan menepi belakangan ini. Mungkin burnout karena sebelum pandemi terbiasa sering jalan-jalan untuk bisa semangat lagi, tapi sejak pandemi ya jadi nggak bisa πŸ™‚ Makasih remindernya Mbak, bahwa eventually mau upgrade diri seperti apapun, niatnya harus untuk ibadah yaa. Salam kenal!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s