Tajam atau Tumpul?

Kamu kalau pakai pensil warna, lebih suka yang tajam atau tumpul?

Kalau saya lebih suka yang tajam. Rasanya lebih enak meski jika digores pertama kali akan sedikit patah, saking tajamnya. Dengan ujung yang tajam, proses mewarnai jadi lebih rapi karena tidak akan keluar garis dari gambar.

Tapi ternyata pilihan saya ini berbeda dengan pilihan Raihan, keponakan saya yang berumur 5 tahun.

Dia ini lebih suka menggunakan pensil warna dengan ujung yang tumpul. Kalau Raihan menyebutnya, “pensil yang lembut”. Padahal ya…ujung pensil warnanya dia itu udah tumpuuuul banget, sampai-sampai tidak terlihat lagi ujung warnanya.

Lihat ujung pensilnya dech. Ujung seperti ini yang baru diijinin Raihan untuk diraut. :D
Lihat ujung pensilnya dech. Ujung seperti ini yang baru diijinin Raihan untuk diraut. 😀

“Kalau yang tajam, Raihan gak suka. Gak enak. Enakan yang lembut. Rautinnya yang udah patah aja, Cip,” kata Raihan ke saya saat saya sudah gemas sekali mau meraut pensil-pensil warnanya.

Yawda dech…as your command, son!

Sampai saya mengetik ini pun, saya masih tidak habis pikir kenapa dia suka ujung yang tumpul banget. Dan kerennya lagi, meski ujung pensilnya udah gak jelas, Raihan bisa mewarnai tanpa keluar garis. Rapi jali lah pokoknya. *promosi keponakan sendiri* 😀

***

Akhirnya kembali tersadari bahwa pilihan setiap orang itu berbeda, dalam hal sekecil apapun. Dan gak perlu juga menjustifikasi pilihan orang lain buruk atau baik. Apalagi jika dilontarkan dengan kata-kata yang kurang sopan. Melebar ya? Ya, sekedar reminder aja agar lebih elok dalam menyampaikan pendapat, baik secara online maupun offline.

***

Balik lagi ke pertanyaan awal, kamu lebih suka ujung pensil yang tajam atau tumpul? 😀

R.I

21 responses to “Tajam atau Tumpul?”

  1. mandor Avatar

    Sepertinya ada salah kaprah, tentang cara dan tujuan. Tujuan bisa jadi sebuah perintah paksaan agar bisa tercapai. Sedangkan cara tidak bisa dipaksakan, bahkan kalau dipaksakan akan tampak lucu dan tidak nyambung, atau malah terkesan sok tahu.
    Cara itu harus disesuaikan dengan masing-masing orang, yang penting tujuannya tercapai dan tidak keluar dari aturan.
    Contoh di atas tujuannya adalah gambar diwarnai dan tidak keluar garis, caranya ya biarkan dia sendiri yang memilih.

    Like

    1. ranselijo Avatar

      Bisa jadi, bisa jadi 😀

      Like

  2. JNYnita Avatar

    Yang tajam.. Tapi kalau sudah tumpul ya gpp.. Daripada diraut terus bikin boros.. Skrg sukanya pakai pensil warna mekanik ajah.. Gak raut2..:)

    Like

    1. ranselijo Avatar

      Terus pensil warna yang sekarang ada yg diputer-puter gitu kan ya Mbak Nit. Bukan yang mekanik…aku belum punya btw. 😀
      Ah, Mbak Nita pasti punya banyak koleksi, kan suka stationery. 🙂

      Like

      1. JNYnita Avatar

        Gak begitu suka pensil warna, lebih suka pakai pulpen warna-warni skrg.. Paling males kalau hrs mewarnai pakai pensil warna, apalagi yang diwarnai desain gigi palsu.. :p
        Yang diputer aku gak punya, punyanya yang mekanik, sayangnya kebanyakan warnanya kurang kereng, jadinya yang dipake yang warna biru tua aja..
        Skrg lagi tobat gak belanja stationery, kamarku udah makin berantakan.. 😦

        Like

      2. ranselijo Avatar

        Haha iya…selain kamar yang berantakan, mungkin catatan finansial juga berantakan ya Mbak karena aku ngerasa harga stationery, terutama yang lucu-lucu, makin mahal…

        Like

      3. JNYnita Avatar

        Itulaaah… Bulan apa itu sempet nyesek krn dalam sebulan belanja stationery lebih mahal drpd isi bensin! Parah kan ni ya! Udah di-budgetin pasti aja molor.. Tapi sekarang Alhamdulillah udah gak lagi, makanya agak sebel saat adekku minta dikirimin stationery, kakaknya lagi tahan diri inii.. *langsung curcol*

        Like

      4. ranselijo Avatar

        Iya aku baca cerita Mbak Nita yang itu. 😀
        Ckckck aku ngebayangin betapa sukanya Mbak Nita sama stationery sampai harus ada budgetnya. Tepuk tangan! Sekarang harus benar-benar megang list prioritas, sekunder, sama tersier ya Mbak…

        Like

      5. JNYnita Avatar

        Iya.. 😦
        Demi masa depan yang lebih cerah.. Hahaha.. Kalau tabiatnya boros mulu gimana mau didik anak utk hemat nantinya.. Semangat! 😀

        Like

      6. ranselijo Avatar

        Semangat, Kak! Awal-awal susah, tapi pasti bisa. 😀

        Like

  3. Adi Setiadi Avatar

    saya suka yang tumpul..

    Like

    1. ranselijo Avatar

      Lebih rata ya warnanya?

      Like

      1. Adi Setiadi Avatar

        iya mba, biasanya runcing itu warna goresan awal dan akhir berbeda.

        Like

  4. zilko Avatar

    Yang tajam dong. Tumpul dikit langsung diraut lagi deh, huahahaha 😆 . Tapi iya sih, kalau yang tumpul memang warnanya bisa jadi lebih rata sih ya. Ah, tapi aku tetap lebih suka yang tajam, hahaha 😆 .

    Like

    1. ranselijo Avatar

      Hidup ujung pensil yg tajam! 😄

      Like

  5. Firsty Chrysant Avatar

    Aku selalu suka yang runcing banget… pake peruncing yang mekanik ituuh, hehe

    Like

      1. Firsty Chrysant Avatar

        Yuuuuppp… Dan pensilnya faber castle hehehe

        Like

      2. ranselijo Avatar

        Persis kyk yg di foto hehehe

        Like

  6. dani Avatar

    Kalo pake pinsil warna untuk ngewarnain gw suka yang ujungnya tumpul Dev. Bisa lebih dapet strokenya. Pincil lancip gw pake buat nebelin garis. Hehehehe. Jadi suka dua-duanya! 😀

    Like

    1. ranselijo Avatar

      Make sense juga sik ya buat nebalin garis. Gak kepikiran😅

      Like

Leave a reply to ranselijo Cancel reply

I’m Ladeva

“Hello, wonderful readers! 🌟

I’m so glad you’ve found your way here. Whether it’s your first visit or you’re returning, consider this a cozy little corner of the internet just for you. I hope you find joy, inspiration, and maybe even a smile or two as you scroll through today’s post. Grab a cup of your favorite drink, settle in, and let’s enjoy this moment together. Your presence here means the world to me—happy reading!

Let’s connect