Uang & Mindfulness

Ayo tunjuk tangan siapa di sini karyawan yang sudah berhasil menghabiskan THR dengan sempurna?

Atau pemilik bisnis yang sudah membayarkan THR ke karyawannya?

Atau freelancer yang santai saja tidak ada THR karena sudah menyisihkan dari penghasilannya jauh-jauh hari?

THR ini emang sih paling ditunggu-tunggu jelang hari raya. Rasanya semua benda di shopping list mau dibeli saat itu juga. Tidak ada yang salah dari hal tersebut, tapi bukankah di media sosial saat ini sangat menjamur ya tips dan trik cara ‘menghabiskan’ THR dengan bijak?

Cung yang benar-benar mempraktikkannya! :’)

***

Kenapa tiba-tiba saya membahas tentang financial planning?

Karena hati saya sering bertanya ke diri sendiri sih, dengan banyaknya ilmu financial planning di sekeliling kita – seberapa jauh kita mempraktikkannya?

Benar bahwa step pertama itu at least kita jadi aware nih mengenai uang. Uang gak sekedar dihasilkan dan dihabiskan saat itu juga tapi sebisa mungkin bisa menjadi tools untuk masa depan.

Saya ingat kali pertama mempelajari Financial Planning ya dari Mbak Wina tahun 2010, bermula dari twitter terus ngikutin seminar beliau, plus membeli buku Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin. Saat itulah saya termotivasi belajar reksadana. Alhamdulillah punya sahabat yang juga tertarik. Jadi kami berdua kejar ilmunya tuh kemana-mana, sampai akhirnya benar-benar investasi di reksadana sejak tahun 2012. Iya, perlu 2 tahun untuk meyakini betapa pentingnya investasi sejak dini.

Alhamdulillah di 2021 ini ya itu tadi ilmu finplan makin menjamur.

Terus perjalanan dari 2010 – sekarang, ilmu finplan yang saya tahu sudah berhasil membawa saya kemana?

Namanya idup yaa, kadang di atas, kadang di bawah, kadang gak kemana-mana. 😀

Yang pasti investasi reksadana berhasil menolong saya di saat darurat.

Rumus, hitungan, tips dan trik finplan masif terpublikasi di media sosial. Namun, saya merasa ada 1 hal yang benar-benar harus kita sadari saat mempraktikkan ilmu ini, yaitu TUJUAN KITA APA? – seperti yang sering Mbak Wina sampaikan.

Saat membuat tujuan keuangan, itu personal banget. Gak bisa kita samakan dengan orang lain dan tidak perlu juga berlomba dengan siapapun. You do you.

***

Seperti yang tadi ditulis di atas, hidup itu kan kayak roda. Di tengah perjalanan, saya tidak jarang lupa tujuan finansial saya apa sehingga tidak fokus dalam mengaturnya. Sehingga penting banget bagi siapapun yang sedang mempraktikkan finplan untuk lebih mindful. Sadar dengan sepenuhnya apa tujuan keuangan yang hendak kita capai, dalam 1 tahun, 2 tahun atau 15 tahun ke depan.

Yang sudah saya praktikkan agar lebih mindful terhadap hal ini adalah dengan menuliskannya di buku khusus finplan. Agar saat di tengah perjalanan, saya selalu ingat dengan tujuan ini.

Tahukan ya rasanya terlena, asik-asik semu, eh lupa sama tujuan. :’)

Mindful dalam menghasilkan, mengatur dan menggunakan semua rumusan finplan tadi – insyaa Allah akan lebih ringan dalam menjalaninya.

***

Semoga Allah mengkaruniakan kita semua rejeki yang berkah ya. 🙂

Islamic Reminders

Ladeva

Support System itu…

PENTING BANGET!

Kelar dah tulisan ini 😀

Ada yang punya opini lain?

Hal mengenai support system yang baik benar-benar saya syukuri selama hidup. Sebuah rejeki dari Allah yang ya Rabb…mahal banget! Kenapa?

Gini, pernah gak denger: “Duh, susah banget gak ada yang dukung gw, padahal niat gw tuh baik lho!”

Atau: “Gw ngerasa sendirian deh. Gak ada yang peduli maunya gw. Padahal yang gw butuhin cuma dukungan dari mereka aja. Biar yang realisasiin gw aja!”

Pernah?

Kalau kamu berada di lingkungan yang penuh dengan fully support dari keluarga, pasangan, anak, dan semuanya terus mendengar kalimat di atas keluar, put your sympathy on the first place ya. Umpetin dulu deh rasa bahagia kamu karena dapat dukungan penuh. Jangan sampai bilang: “Wah kasian, kalau aku alhamdulillah sih dapat banyak support!”

Hei…gak gitu dong marpuah cara bersimpati.

Dengarkan saja cerita mereka. Sering banget yang terjadi orang hanya butuh didengarkan daripada dikasih bombardir solusi atau membandingkan beratnya penderitaan antara kamu dengan yang lain.

Oke, balik lagi ke hal support system.

Selama lebih kurang, kerja dari rumah – banyak banget hikmah yang saya dapatkan. Satu per satu akan ditulis insyaa Allah. Salah satu lessonnya adalah mengenai menjadi dan mendapatkan support system dari keluarga dan semuanya.

Ada apa dengan menjadi dan mendapatkan?

Gini, seberapa sering diri kita menjadi penuntut atas tindakan orang lain ke kita?

Menuntut orang untuk mengerti
Menuntut orang untuk selalu ada bagi kita
Menuntut pemahaman tiada bertepi
Menuntut keluangan waktu tiada berbatas

ke KITA.

Dan seberapa sering sih kita menjadi orang yang mau:

meluangkan waktu untuk mendengarkan
menurunkan ego agar bisa lebih memahami, memberi ruang
dan…mudah memaafkan bahkan sebelum ada pengucapan maaf dari pihak lawan

Jawab sendiri-sendiri aja ya 🙂

Begitupun dengan masalah ‘support system’.

Sebelum kita menuntut orang menjadi pihak yang selalu mendukung atas semua tindakan dan mimpi kita, coba yuk introspeksi diri apakah kita sudah menjadi orang tersebut? Apakah pernah kita mendukung orang-orang tercinta untuk meraih mimpi mereka?

Seberapa sering kita menutup mulut, menahan diri untuk bilang: “itu gak mungkinlah! mimpi lo ketinggian banget!”

dan

Seberapa sering kita diam-diam mendoakan serta mencari cara agar mereka dapat mencapai mimpi mereka?

**

Bekerja dari rumah mengajarkan saya melihat hal tersebut secara lebih jelas.

Gak mungkin banget saya bisa kerja di rumah secara efektif selama 7-8 jam jika gak ada yang bantuin beberes rumah, masakin, ingetin untuk makan, dan sebagainya.

Gak mungkin bisa jika ponakan saya terus menerus maunya ditemani baik belajar atau bermainnya.

Sesederhana kalimat: “Nanti aja Cip temenin Raihannya kalau tugas Cipa udah selesai.”

Mrebes mili akutu kalau digituin…

Jadi, yuk bareng kita benahi masalah ego ini.

Sebelum nuntut ‘terciptanya support system yang mumpuni bagi semua mimpi dan aktivitas kita’ coba switch mindset kita untuk menjadi orang yang selalu mendukung mimpi orang lain.

Soon or later, ada aja hal baik yang bisa membantu meraih mimpi dan memudahkan langkah-langkah kita.

Put your faith ya!

See you!
Ladeva