iLearn, iTalk

Terima Apa Adanya; Susah?

Pagi ini ngeliat-liat lemari dan sengaja mengambil kaos paling bawah, berarti kan itu baju yang paling jarang terpakai ya?

Dan saat saya memakainya, seketika berpikir, “ya pantas aja jarang dipakai, lah wong kegedean.”

Hal itu membuat saya keingetan jaman kecil dulu. Mama saya berujar, “klo baju-baju pergi udah gak mau dipake, pake aja di rumah.”

Saya tersenyum.

Iya ya, ketika kita ke luar rumah, kita usaha banget nyari baju yang enak dipakai, enak dilihat orang lain, syukur-syukur berbuah pujian. Astaghfirullah…

Sedangkan di rumah, bebas menggunakan baju apapun. Padahal sebenarnya orang di rumah lah yang paling berhak mendapatkan kerapihan, kesegaran dan kecantikan penampilan kita.

Pikiranku pun juga lari ke: mungkin kita serasa bebas menggunakan baju sejelek apapun di rumah karena orang di rumah sudah menerima kita apa adanya. Berbeda dengan orang-orang di luar rumah, yang mungkin dalam pikiran kita: gw harus tampil ciamik dulu nih agar dapat atensi dari mereka.

Semakin kita nyaman dengan lingkungan, semakin kita menomor duakan penampilan. Karena merasa: mereka sudah menerima kita apa adanya. Iya gak sih?

Lalu proses seseorang menerima kondisi apa adanya itu, pasti butuh proses, yang tidak mudah – mungkin?

Lalu, bukankah sebelum menuntut orang lain menerima kita apa adanya, kita perlu menerima diri kita sendiri dulu apa adanya?

Source: Pinterest

Ladeva

Advertisements

15 thoughts on “Terima Apa Adanya; Susah?”

  1. Kalau keluar harus rapi karena kita memikirkan orang lain, terus di rumah juga rapi karena orang-orang tercinta kita berhak memperoleh nya. Tapi kayaknya jadi Capek amat ya, dandan terus 😊😊

    Like

  2. Karena faktor lingkungan ya Dev. Rumah adalah zona nyaman, jadi ada kepercayaan dan sudah ada penerimaan apa adanya dari yang sama-sama tinggal di rumah. Sementara di luar, dunia kan luas banget dengan ada banyaknya orang, kebanyakan adalah orang yang belum dikenal. Makanya kita harus melakukan β€œeffort” agar bisa diterima dan mendapatkan perhatian πŸ˜€ .

    Liked by 1 person

  3. kalau keluar rumah ketemu orang2 banyak dan baru memang harus rapih. Karena first impression buat dapet kepercayaan orang. Nanti kalau dah kenal deket juga kalau sama sahabat sendiri kadang gembel, belum mandi, hayuk aja ke rumahnya hehe. Lain lagi kalau urusan pekerjaan πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s