Blog English Club

[EF#4] I WANT DORAEMON’S ANYWHERE DOOR!

Who does not want to, huh? 😀

As travelers, if we want to go somewhere, we don’t need to think twice about the cost of traveling anymore. No need to type “the budget hotel option in (let say) Bali” keyword in Google. Because, you already have Doraemon’s Anywhere Door!

I hope Doraemon will not angry to me everytime I grab Anywhere Door from his pocket. :P [Source: a href collectiondx.com]
I hope Doraemon will not angry to me everytime I grab Anywhere Door from his pocket. 😛 [Source: here]
Let say, I want to go to Kenya! Then we only need to grab Anywhere Door from Doraemon’s Pocket.

Continue reading “[EF#4] I WANT DORAEMON’S ANYWHERE DOOR!”

Advertisements
iTalk

Tella: Untuk Sampai di Titik ini Bersyukur Banget!

Disclaimer: Ini adalah serial tulisan tentang orang-orang yang saya temui di perjalanan, seperti yang pernah saya ungkapkan sebelumnya. Perjalanan tidak melulu mengenai objek wisata yang indah tapi lebih dari itu, selalu ada manusia di perjalanan yang memberi banyak senyum.

***

Namanya Tella.

Kali pertama saya berkenalan dengannya adalah saat kami mengikuti trip ke Kiluan, Lampung. Saat itu, ia terlihat selalu lemas. Seorang teman berkata, “Dia baru sembuh dari sakit” – sebuah penjelasan yang diberikan kepada saya tanpa saya harus bertanya lebih dulu.

Beberapa bulan kemudian, kami pun bertemu lagi saat ikut trip ke Kangean, Pulau Madura. Tella yang sekarang sudah jauh lebih segar dan cair berinteraksi dengan semua orang di trip ini. Walaupun saya tidak bisa berhenti tersenyum saat mata saya melihat dia satu-satunya peserta trip yang membawa tas Charles and Keith ke sebuah kapal nelayan.

Berhari-hari kami di Kangean, pendapat saya ke Tella semakin berubah. Dia bukan lagi perempuan yang lemas dan tidak seberdaya saat di Kiluan. “Iya, waktu itu gw baru sembuh dan nyokap gak tahu kalo gw ke Kiluan. Nyokap taunya gw di Jakarta aja,” jelas Tella saat itu.

Continue reading “Tella: Untuk Sampai di Titik ini Bersyukur Banget!”

iEat

iEAT: 5 Masakan Padang Terenak versi Ransel Ijo

*siapin posisi cacing-cacing di perut agar gak berisik saat baca tulisan ini*

Sebagai anak yang orang tuanya asli Padang meski jarang banget mudik ini, makanan padang tuh cuma ada 2. Enak dan enak banget. Apa ya masakan padang yang saya tidak suka? Mmm…rasanya gak ada.

Jadi ingat, tiap kali saya ke luar kota bareng bapake (ayo kita panggil bos saya pake sebutan bapake saja ya), dia pasti langsung request, “Makan di mana aja boleh asal jangan di rumah makan padang!” Hehehe…itu nyindir saya sebenarnya karena saya pasti lebih milih ke rumah makan padang daripada harus ke rumah makan di pinggir jalan yang belum pasti enak atau gaknya. Nah, kenapa harus yang di pinggir jalan? Yak arena kalau lagi ke luar kota, jarang kak kita nemu restoran. Lah di pelosok. X))

Dari semua masakan padang yang pernah saya coba, ada 5 masakan padang terfavorit, yaitu:

Continue reading “iEAT: 5 Masakan Padang Terenak versi Ransel Ijo”

iTravel

Kita Pergi Ke Mana di Tahun 2015 ini?

Dari beberapa minggu lalu, beberapa website mengeluarkan tulisan tentang destinasi wisata 2015, salah satunya Lonely Planet, yang menjadi kitabnya para pejalan.

Tak lama setelah baca Lonely Planet, saya mampir ke blognya Mbak Fe, yang juga membuat tulisan tentang rencana liburannya di tahun ini. Saya pun jadi tertarik untuk membuat tulisan dengan tema serupa. 😀

*gosok-gosok tangan*

Dari bulan September 2014, saya sudah membuat rencana liburan untuk 2015 doooong. Sebuah rencana yang keluar secara impulsif dan didukung dengan sangat manis oleh adanya Garuda Travel Fair.

Continue reading “Kita Pergi Ke Mana di Tahun 2015 ini?”

Blog English Club

EF#3 How Gadgets Affect My Life

This is interesting question for Friday Challenge in Blog English Club. Do you already registered as a member, fellow bloggers? 🙂

Let’s start my answer of the question.

First, let me explain that I only have iPhone 4, Samsung Galaxy Young, and my lovely Acer Aspire One as my gadgets. Do you realize something, guys? I do not have any tablet as my gadgets! Hahaha…why? Because I think I am enough with those gadgets. Feeling enough is beautiful, isn’t it?

If I want to write I can use my Acer, or iPhone 4 for handling my social media, and my Samsung for the tethering. Now, I am using 2 numbers because my very old number, XL being very slow for the internet so I decide to buy the new number and I choose Telkomsel as my internet provider. So far, I am satisfied!

Back to the topic.

Gadgets for me is the main tool to communicate with family and friends. In my iPhone (this is my premier gadget) I am installing some of social media, such as an Email, WordPress, Twitter, G+, Instagram, Youtube, Feedly, and Whatsapp. And for support my writing job, I am installing Google Translate, Evernote and Dropbox (for back up my data also). Latest, banks application and travelling tools (Air BnB, Traveloka, and Grab Taxi). Much? I do not know. One think for sure, I am not always open all the social media every day.

Deva, where is a games on your gadget? Don’t you love get some fun through online games?

Unfortunately, I am not really love playing games. I only have Candy Crush in my phone for the sake of my nephew’s fun. I would prefer to read or write rather than play a game. 😀

So, according to all the social media that I have, gadgets are important for me. From those social media in my gadget, I have an opportunity to spread my networking. Yeah, fulltime freelancer still being one of my dreams, so for me the networking is very important but again, it depends on who you follow. If you following wrong community or person then you will get nothing.

But I do not want being a people, who addict to the gadgets. I am trying to always put my gadgets when I am talking to anyone. I still remember a few years ago when I met my sister (after 3 years do not meet), I do not pay attention to her because I was busy typing on my phone. And suddenly I realize that typing on the phone while someone talking to you is not polite. Since then, I put my phone while meet up with anyone. And sometimes I feel tired to always busy with those gadgets.

[Source: http://www.brucesallan.com]
[Source: http://www.brucesallan.com%5D
Anyone agree with me?

R.I

iTravel

Lost in Batu Caves

Jangan ragu ke Batu Caves jika takut dengan banyaknya monyet di sana. Yang penting simpan makanan di dalam tas sehingga tidak terlalu mencolok bagi monyet. Yuk ah, get lost in Batu Caves! 😀

fourwomentravelers

“Kalian yakin pergi berdua?!” Tanya temanku. “Iya!” Jawab kami mantap.

Berbekal tourism map dan info seadanya kami nekat pergi. Tujuan kami yaitu ke Batu Caves, yang berada di bagian utara Kuala Lumpur. Kami berdua berangkat dari stasiun Universiti dengan Kelana Jaya Line menuju KL Sentral untuk berganti moda transportasi. Dari Stasiun KL Sentral menuju Batu Caves, dapat menggunakan KTM Komuter Line selama kurang lebih 45 menit. Pintu masuk menuju kawasan Batu Caves dapat ditemukan begitu kita keluar stasiun.

Ternyata kami datang tepat dua hari sebelum perayaan Taiphusam, perayaan bagi masyarakat beragama hindu sekitar Malaysia yang diselenggarakan pada hari dan bulan tertentu. Pada waktu perayaan tersebut biasanya kawasan wisata Batu Caves ditutup untuk umum. Beruntung kami masih bias mengunjunginya. Namun, suasana ramai menjelang perayaan tersebut sudah sangat terasa. Banyak orang india yang tinggal di Kuala Lumpur berkumpul di sana. Segala pernak pernik india dan makanan khas India juga bisa ditemukan di…

View original post 300 more words

Weekly Photo Challenge

Weekly Photo Challenge: Serenity

IMG_0713

Serenity [N] : The state of being calm, peaceful, and untroubled.

Bromo, November 2013. Stay calm and feel the peacefulness inside your soul. 

This post submitted for Weekly Photo Challenge; Serenity.

R.I